Sistem Manajemen Sekolah adalah tata laksana yang mengatur proses pengintegrasian, pengkoordinasian dan pemanfaatan elemen-elemen suatu Sekolah untuk mencapai tujuan Sekolah secara efisien.
Menurut L. Gullick ada 7 ( tujuh) fungsi manajemen, yaitu :
1) planning (perencanaan)
2) organizing (pengorganisasian)
3) staffing (penentuan staf)
4) directing (pengarahan)
5) coordinating (pengkoordinasian)
6) reporting (pelaporan)
7) budgeting (penganggaran)
Untuk mencapai efektivitas suatu Sistem Manajemen Sekolah maka perlu disusun Sistem Manajemen yang mampu mengakomodasi nilai – nilai yang dipelihara dan dikembangkan di Sekolah yang bersangkutan.
Ada beberapa standart sistem menajemen organisasi atau perusahaan, yang sudah diakui secara nasional maupun international, antara lain :
- Sistem Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)
- Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 (versi tahun 2000 atau 2008)
- Sistem Manajemen Mutu MBPE (Malcolm Baldridge Performance Excellence)
- Sistem Manajemen dengan model Balance Score Card (BSC)
dan lain sebagainya.
Kebijakan Direktorat Pendidikan Menengah Umum Depdiknas yang tercantum di dalam “Buku Panduan Manajemen Sekolah”, menyatakan bahwa bidang – bidang kegiatan pendidikan di sekolah, meliputi :
1. Manajemen Kurikulum
2. Manajemen Kesiswaan
3. Manajemen Personalia
4. Manajemen Keuangan
5. Manajemen Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah
ISO 9001 Sebagai Alternatif Pilihan Standart Sistem Manajemen Sekolah
ISO 9001 adalah sebuah Standart Internasional untuk Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System ) yang diakui secara Internasional. Dengan menerapkan standart ISO 9001 maka suatu sekolah diharapkan memiliki konsistensi di dalam mengelola sekolah sesuai dengan peraturan yang berlaku, visi dan misi sekolah serta program – program sekolah yang telah dicanangkan dan disebar luaskan kepada masyarakat. Disamping itu diharapkan ada suatu proses penyempurnaan berkelanjutan (Continual Improvement) terhadap kinerja sekolah sehiongga kualitas dan out put sekolah sebagai sebuah institusi pendidikan selalu menjadi lebih baik dan sempurna dari waktu ke waktu.
Sertifikasi ISO 9001
Sekolah bisa memilih untuk menerapkan sekaligus melakukan sertifikasi Standart Manajemen Mutu ISO 9001, walaupun sertifikasi ISO 9001 bukanlah sebuah keharusan. Sekolah yang memiliki sertifikasi ISO 9001 (saat ini ISO 9001 : 2008) tentu saja memiliki kelebihan bahwa penerapan ISO 9001 di sekolah secara periodik (saat awal sertifikasi dan setahun sekali surveillance visit) akan di audit oleh Badan Sertifikasi ISO 9001. Kehadiran pihak ketiga tersebut (Badan Sertifikasi) akan mendorong sekolah untuk secara efektif menerapkan dan memelihara ISO 9001 sebagai standart manajemen yang telah dipilihnya.
ISO 9001 adalah Suatu Alat bukan Beban Tambahan
Banyak pengalaman penerapan ISO 9001 di sekolah lebih merupakan suatu beban administrasi tambahan, khususnya menjelang audit sertifikasi dan surveillance visit. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak sekolah yang menerapkan ISO 9001 tidak konsisten dan hanya membanggakan sertifikat ISO 9001, padahal penerapan tidak efektif dan bahkan hanya merupakan beban waktu, tenaga dan biaya.
Seyogyanya hal ini harus diperbaiki karena ISO 9001 sesungguhnya sangat tepat dipergunakan sebagai standart manajemen yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sekolah dan senantiasa dilakukan penyempurnaan kinerja sekolah secara terus menerus. Hal ini mutlak harus diawali dengan Komitmen kepala Sekolah dan Pimpinan Sekolah serta dukungan dan peran serta Dewan Guru.



No comments:
Post a Comment